Way Kanan, 4 September — Antusiasme kembali terlihat di tujuh puskesmas wilayah sekitar operasional PT Pemukasakti Manisindah (PT PSMI). Para ibu membawa anak balita mereka yang telah terdata untuk mengikuti Program Pemberian Nutrisi Tambahan Tahap 2 Tahun 2025, sebagai kelanjutan dari kegiatan tahap pertama yang telah dilaksanakan pada bulan Juni.

Pelaksanaan kegiatan Tahap 2 difokuskan untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi pada 529 anak balita sasaran program. Sebagian besar balita merupakan peserta lanjutan dari tahap pertama, sementara lainnya merupakan balita yang baru terdata masuk dalam kategori rawan gizi hasil pemantauan posyandu. Hingga akhir tahap kedua ini, tercatat 855 anak telah memperoleh manfaat program, terdiri atas 450 laki-laki dan 405 perempuan.
Kegiatan dilaksanakan secara bergiliran sejak 25 Agustus hingga 4 September 2025 di tujuh puskesmas sasaran yang menjadi mitra pelaksanaan, yaitu: Puskesmas Bahuga, Pakuan Ratu, Gisting Jaya, Negeri Besar, Purwa Agung (Kabupaten Way Kanan), serta UPT Puskesmas Way Hitam (Kabupaten OKU Timur) dan Pustu Kampung Baru (Kabupaten OKI). Seluruh kegiatan dilaksanakan bersinergi dengan petugas kesehatan puskesmas dan kader posyandu di masing-masing wilayah.
Seperti tahap sebelumnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar pemberian paket nutrisi tambahan bergizi seperti biskuit, susu, bubur, dan vitamin, tetapi juga pada pemantauan pertumbuhan anak Berat Badan menurut Umur (BBU), Tinggi Badan menurut Umur (TBU), dan Berat Badan/Tinggi Badan (BB/TB), serta membangun kesadaran gizi para orang tua. Setiap anak diperiksa dan dipantau berat dan tinggi badan sebelum menerima paket nutrisi tambahan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam status gizi anak dari tahap pertama ke tahap kedua memperlihatkan perkembangan yang cukup positif, dengan progres sebagai berikut :
- Berdasarkan indikator BBU (Berat Badan menurut Umur), kategori normal meningkat dari 30,41% menjadi 38,95%, sementara kategori kurang menurun dari 37,66% menjadi 29,94%.
- Pada indikator TBU (Tinggi Badan menurut Umur), jumlah anak dengan kategori normal naik dari 39,53% menjadi 42,69%.
- Sedangkan indikator BB/PB (Berat Badan menurut Panjang Badan) menunjukkan peningkatan jumlah anak bergizi baik dari 38,01% menjadi 53,10%.

Perubahan ini menjadi indikator keberhasilan intervensi gizi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Program Tahap 2 ini menjadi bagian dari komitmen PT PSMI dalam mendukung program pencegahan stunting dan peningkatan status gizi anak usia dini di wilayah operasi perusahaan. PT PSMI juga terus memastikan program ini berjalan sinergis dengan program pemerintah daerah dan lintas sektor, terutama melalui puskesmas dan kader posyandu. Untuk kegiatan tahap berikutnya akan kembali menitikberatkan pada pemantapan hasil dan tindak lanjut terhadap anak-anak yang masih berada pada kategori gizi kurang dan sangat kurang.